Minggu, 30 Maret 2014

Cerpen



Nama saya Snezana Yofanda, biasa dipanggil neza. Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara, sekarang ini saya seorang mahasiswa semester 4 jurusan teknik industri Universitas Gunadarma. Dalam tulisan ini saya akan bercerita tentang alasan saya memilih jurusan teknik industri dan kegiatan saya dikampus serta kehidupan di keluarga. Awalnya saya sama sekali tidak tahu jurusan teknik industri, beberapa bulan sebelum ujian snmptn saya sempat berencana untuk memilih jurusan matematika karena saya menyukai pelajaran eksak. Namun, orang tua saya menyarankan agar saya memilih jurusan seperti komunikasi, administrasi atau akuntansi. Saya sempat bingung karena saran orang tua saya semuanya adalah jurusan untuk ips sedangkan saya jurusan ipa. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan IPC yaitu jurusan campuran antara ipa dan ips pada ujian snmptn. Singkat cerita saya mengetahui jurusan teknik industri dari teman saya, setelah mendengar teknik industri entah mengapa saya langsung tertarik dan langsung mencari tahu tentang teknik industri. Saya sering mendengar bahwa mahasiswa teknik itu keras dan “teknik” identik dengan laki-laki tapi bagi saya jurusan teknik industri adalah jurusan teknik yang paling manusiawi untuk perempuan. Akhirnya saya mencari tahu tentang apa saja yang dipelajari di teknik industri dan prospek kerja teknik industri. 

Nah, setelah hampir 2 tahun saya kuliah di jurusan teknik industri, saya merasa sangat cocok dengan jurusan ini karena ternyata di teknik industri ini mempelajari semua mata kuliah dasar dari semua jurusan yang ada dari mulai ekonomi, psikologi, teknik informatika, manajemen, teknik elektro dll yang artinya lulusan jurusan teknik industri ini akan memiliki peluang atau prospek kerja yang luas. Lulusan teknik industri dapat bekerja di perusahaan, pabrik, lembaga-lembaga, bank dll. Di teknik industri kita banyak belajar tentang sistem, perancangan, tata letak dll. Kegiatan saya di kampus sangat padat dari kegiatan perkuliahan di kelas sampai mengerjakan tugas-tugas laporan praktikum yang sangat banyak. Satu yang menurut saya unik namun menjadi tantangan tersendiri adalah laporan praktikum yang diharuskan diketik menggunakan mesin tik manual. Ini yang membuat praktikum-praktikum terasa semakin greget dan semakin terasa menjadi mahasiswa yang sesungguhnya. Tidak jarang saya harus bergadang untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun laporan praktikum yang selalu deadline tiap minggunya. Bisa dibilang perjuangan untuk lulus di praktikum yang hanya 1 sks lebih sulit dari pada mata kuliah di kelas yang bias 2 atau 3 sks. Namun, selama kita mau belajar dan berusaha pasti kesulitan-kesulitan itu bisa teratasi dan menjadi mahasiswa teknik tidak akan sekeras yang kita bayangkan. 

Dalam kehidupan di keluarga, saya anak perempuan paling tua namun saya masih mempunyai seorang kakak laki-laki. Dua adik saya perempuan namun jarak umur kami lumayan berjauhan jadi walaupun mempunyai adik perempuan tetap saja saya lebih sering bermain bersama teman-teman saya. Dengan orang tua saya lebih dekat dengan mama, karena papa orangnya lebih cenderung memperhatikan dan tidak banyak omong. Kedua orang tua saya lah yang menjadi motivasi saya selama ini. Di saat saya merasa jenuh dengan semua aktivitas kuliah, saya ingat mereka yang pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan berhasil. Mereka lah alasan saya selalu bangkit walaupun sudah seribu kali jatuh. Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat bagi yang membaca JJ.

1 komentar:

  1. Ka tuh kampusnya pindah pndhkan? Kaka dapat kamus gunadarma apa aja?

    BalasHapus